BONPET
Pengenalan APAR (alat pemadam api ringan) portable yang pada artikel sebelum nya kita bahas adalah alat yang di operasikan hanya secara manual,pada kali ini kita akan membahas ALAT PEMADAM API RINGAN (Apar) otomatis tetapi bisa juga di operasikan secara manual.
ALAT PEMADAM API RINGAN (Apar) OTOMATIS yang kita bahas kali ini adalah “BONPET”
Bonpet dapat di gunakan secara manual dan juga berfungsi
sebagai sprinkler.
Walaupun sekaran sudah ada model yang terbaru berbentuk bola pokemon.. ^_^
APA ITU BONPET ?
SEJARAH BONPET
CARA BEKERJA BONPET
1. CARA KERJA OTOMATIS
Jika suhu dalam ampul mencapai +
90º C, maka cairan akan berubah menjadi gas yang menyebabkan
ampul pecah.
Api padam.
2. CARA KERJA MANUAL
1.
DILEMPAR
Ampul
BONPET di lempar ke sumber api.
2.DIENCERKAN/DI
CAMPURKAN.
Ampul BONPET dipecahkan dan diencerkan ke dalam
air
Lalu campuran tadi diseiram
ke sumber api.
SISTEM PEMADAMAN BONPET
MEKANISME PEMADAMAN DARI PERSPEKTIF UNSUR KIMIA
BONPET Inno terdiri dari bahan kimia yang mudah bereaksi terhadap
kebakaran. BONPET Inno dapat menurunkan suhu dan mencegah masuknya suplai
oksigen ke sumber api pada saat pemadaman dan beberapa detik pasca pemadaman. Dari ujicoba di lapangan terbukti bahwa setelah sumber
api dipadamkan oleh BONPET Inno, api sulit dinyalakan kembali pada tempat yang
sama.
Cairan BONPET Inno terdiri dari barbagai unsur kimia, antara lain: Urea,
Amonium Silikat, Amonium Klorida, Amonium Sulfat, Natrium Karbonat kering,
Aluminium Kering (Alunit) dll.
MEKANISME PEMADAMAN DARI PERSPEKTIF UNSUR
KIMIA PADA BONPET
Mekanisme pemadaman oleh
unsur kimia dalam cairan BONPET Inno dapat dijelaskan secara singkat sebagai
berikut:
- Urea terurai oleh air dan panas sehingga menghasilkan karbon dioksida dan ammonia (efek pendinginan)
CO(NH2)2 + H2O ------> CO2 + 2NH3
2. Amonium klorida bereaksi dengan
panas akan berubah menjadi ammonia (efek pendinginan) dan asam klorida
NH4Cl -------> NH3 + HCl
3. Amonium sulfat terurai menjadi ammonia dan asam
sulfat.
(NH4)2SO4 ------> 2NH3 (efek pendinginan)+
H2SO4 (fase intermediate)
4. Natrium karbonat bereaksi
dengan asam klorida akan menghasilkan garam, air dan karbon dioksida (efek pendinginan )
Na2CO3 + 2HCl ------> 2NaCl + H2O + CO2
5. Natrium
karbonat bereaksi dengan asam sulfat akan menghasilkan natrium sulfat dan asam
karbonat. Kemudian asam karbonat terurai lagi menjadi karbon dioksida dan air (
efek pendinginan )
Na2CO3 + H2SO4 ------> Na2SO4 + H2CO3
H2CO3 -----> CO2 + H2O
6. Natrium
sulfat bereaksi dengan alunit akan menghasilkan Aluminium Sulfat yang memiliki
daya pelingkup yang kuat untuk mencegah timbulnya kembali percikan api ( efek
pelingkupan)
Na2SO4 + 2AlKSO4
+ 2O2 -------> Al2(SO4)3 +
Na2SO4 + KO2
LOKASI PENEMPATAN BONPET
• Kapal
Penumpang
• Kapal Barang
• Tanker
• Kereta Api
•
Bandara & Pelabuhan Laut
•
Kantor
•
Toko / Kios
• Rumah
Tinggal
•
Apartemen
•
Mall & Plaza
•
Pabrik & Gudang
•
Rumah Sakit
•
Hotel
•
Tempat Hiburan
KEISTIMEWAAN DARI BONPET
DATA TEKNIS ALAT
PEMADAM API RINGAN (Apar) OTOMATIS.
UNTUK PENGUJIAN OTOMATIS DI JEPANG
Waktu pra pembakaran : + 1 Menit 16 Detik
Suhu rata – rata ruangan pada saat BONPET pecah : + 290o – 350o Celcius
Suhu rata – rata dalam ampul BONPET ketika pecah : + 90o Celcius
Waktu pemadaman efektif : + 7 – 17 DETIK









No comments:
Post a Comment